PANGGIL AKU LUSA

terhempas senja
Ada banyak nama yang sudah melekat dalam diriku, rentetan abjad A-Z sudah meroket dibarisan nama yang akan kutanggalkan. Mungkin sudah basi dan mengotori gendang telingaku, aku bukan ranah cinta, bukan pula odilia, tapi panggil saja aku lusa. Yang tercipta dari dua pasang mata penuh harapan bukan khayalan.

Bagiku nama Lusa adalah terapi hati agar kuat menjalani fase-fase kehidupan. Pastinya dan tak bisa dipungkiri oleh wanita sejawatku adalah soal cinta dan cita. Sejak itulah aku ingin di panggil Lusa, sebuah nama sederhana yang terangkai dari keping-keping kerisauan.

Panggil aku lusa, empat huruf abjad dengan makna yang masih kurahasiakan,
panggil aku lusa, karena aku ingin bangkit dari keterpurukan,
panggil aku lusa, agar aku bisa menampakkan senyum seperti mawar merekah,
panggil aku lusa, biar aku bisa menari di bawah rintik-rintik hujan,
panggil aku lusa,  supaya aku bisa melihat corak cita dilangit senja,
panggil aku lusa, biar bayang semu tak lagi menggandengku,
panggil aku lusa, berharap  cahaya hati akan hadir mengisi ruang hampaku,

Begitulah Lusa hinggap di persendian tubuhku, terngiang tuk tetap mengingat, tersayat tuk tetap merasa, terkobar tuk tetap membara, tercipta tuk tetap didamba. Secuil hati diantara ilalang senja…


By : Odilia p.  

Komentar

  1. so sweet mba odil...ajari daku merajut kata seindah katamu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer