DERU KACA MEMECAH MATA
“Janjinya tak semanis madu” aku tahu apa
yang kau rasakan saat ini. Tapi kenapa kau masih saja mengharapkan orang yang
jelas-jelas telah menyakitimu? Aku tak tega melihat air matamu jatuh karenanya.
Dulu aku mengenalmu sebagai gadis yang
ceria, tak pernah diam, selalu lari kesana kemari dengan hal baru yang selalu
kau usung. Nampaknya kau butuh bukti nyata dari matamu sendiri, kaulah yang
tahu siapa dia, aku hanya ingin kau tak seperti ini. Menangisi orang yang belum
tentu menangisimu juga,
Hargailah dirimu sendiri, jangan kau
biarkan mendung hinggap terlalu lama dalam rongga perasa. Aku tahu jika kau
masih sulit melupakannya, aku tahu kau masih sayang, dan aku tahu kau sedang
gila. tapi cobalah kau buka mata hatimu, ikhlaskanlah meskipun itu memang
sulit. Bukalah hatimu, jangan kau tutup pintu-pintu keegoisanmu. Apa kau masih
tetap mencintainya dengan cara menunggu orang yang jelas-jelas telah meletakkan
hatinya dihati orang lain.
Kejadian kemaren antara kau dan dia
biarlah berlalu, jadikan sebagai pelajaran untuk menjad lebih baik, percayalah
bahwa kekuatan Tuhan itu maha dasyat, semua kisah pahit yang tengah kau alami
ini adalah radar petunjuk kearah lurus.
by : Odilia p.
Komentar
Posting Komentar