My Student
In BSB||28.03.14||
Usia mengajariku untuk mengubah semuanya. Belajar hidup mandiri dengan cara mengamalkan ilmu yang sudah saya punya. memang tak seberapa, namun dari kekurangan yang saya punya itu menjadikan saya lebih giat untuk mengoreksi diri menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Sore itu, saya melaju mengarungi ramainya jalan kota, membidik sudut-sudut yang mulai remang di mata. aku percaya bahwa Allah menjaga setiap hambanya dimanapun ia berada. Tepat pukul 18:00 WIB, saya sampai di rumah anak didik saya, sebut saja dek Farel.
"Ma... Miss udah dateng", teriaknya dari luar pintu sambil mengalungkan sarungnya di leher. Saat itu saya masih memarkirkan motor dan meletakkan helm, "habis dari Masjid dek Farel langsung pulang ya, nanti kan mau les sama miss", ucap saya.
Tak lama kemudian si Ibu keluar, dan seperti biasa menyapa dengan keramahan."saya mau solat dulu ya bu", "oh, iya miss", saya langsung naik kelantai dua untuk mengambil wudlu dan melaksanakan solat maghrib. Doa saya bertambah lagi, "berikanlah ilmu yang bermanfaat untuk anak didik saya".
Hari demi hari saya mulai menemukan sebuah tanda tanya yang mungkin pernah dirasakan bahkan dialami oleh seorang guru. Yaitu bagaimana seorang anak bisa faham dan memperoleh nilai bagus?, inilah pertanyaan yang masih saya gali jawabannya.
Alhamdulillah, dua gelas jus jambu menemani saya dan dek Farel. Malam ini jadwalnya belajar Bahasa Inggris, PKN, dan membaca Al Qur'an. Butuh kesabaran yang kuat untuk menghadapi anak sekecil dek Farel, cerewet, bandel, sulit dikasih tahu, dan ngeyel.
Sebisa saya untuk menghadapi anak seperti itu, saya yakin bisa merubahnya dengan metode yang sangat halus dan inovatif. Meski si Ibu telah memberikan saya hak untuk memarahinya jika dek Farel bandel, saya tetap tidak bisa memarahinya.
Psikologi anak sangatlah sensitif, maka dari itu saya ingin membiarkan anak mengekspresikan apa yang diinginkannya. setelah itu, baru saya yang akan meluruskannya. Akhir pembelajaran saya tutup dengan membaca Al Qur'an, tepatnya pukul 19.30 WIB.
"dek Farel belajar yang rajin ya", ujar saya sambil melangkahkan kaki keluar pintu.
"Farel, pesannya miss didengerin", tukas si Ibu. Hanya anggukan kepala dari si bocah kecil itu, saya tambah senang lagi, ketika dek Farel minta dibuatkan soal-soal latihan.
"besok senin miss bawakan ya dek, tapi miss minta satu syarat",
"apa miss?",
"soalnya harus diisi semua dan harus nurut serta mendengarkan penjelasan miss, ok",
"iyya, iyya miss", jawabnya.
Begitulah pembelajaran malam ini, semoga bermanfaat untuk semuanya. Dan bincang-bincang saya sama si Ibu di kursi goyang akan membawa nilai positif untuk ke depannya. Amieeeeeen...
By :Odilia P.
Komentar
Posting Komentar