Rindu Terobati

Friday, 7th March 2014
Lama tak bertemu membuatku merasa canggung. Entah kenapa aliran darahku ikut berdegup kencang? Barangkali aku masih menyimpan rasa. Memang betul, rasa yang sulit hilang, mungkinkah kau merasakan hal yang sama seperti ini?

Akhirnya waktu telah menyapa kita, dalam pekatnya malam, dan sunyinya jalanan. Berdasarkan hitungan bulan dalam tahun, kurang lebihnya enam bulan yang lalu terakhir kulihat rona wajahmu. Tapi saat ini kau benar-benar dihadapanku, menyibakkan rasa yang tak kutahu rasanya.

Aku tak bisa mengeluarkan kata bukannya aku tak apa, tapi aku masih berasa nyaman di sampingmu. Oh malam, detik, menit, jam ini, kau menemani kita dengan rindu yang tak bisa diungkapkan. Hanya isyarat yang bisa kita katakan.

Sumpah, sesaat aku merasa terjebak untuk jatuh dalam rasa yang kita tuangkan. Terlena dalam rindu hingga aku tak ingin kau pulang dari sini. Aku tak munafik, jujur aku masih sayang denganmu.  Aku bisa membaca matamu, diammu, dan tanganmu. Kaulah yang membuatku merindu sedemikian ini, Aku tak berharap lebih, aku hanya ingin kau mengakui adanya rasa. tak seperti ini, diam yang kau punya. Intinya kau merasakan hal sama dengan apa yang kurasakan. Meskipun status kita tak seperti dulu namun status sayang kan tetap ada. Itulah yang membuatku tak kehilanganmu J.


#kau

Komentar

Postingan Populer