HIRUK PIKUK AWAL KULIAH
Tak kusangka waktu begitu cepat
berlalu, membawaku kegurun yang lebih luas seluas mataku memandang hamparan
pasir keemasan. Kini saatnya waktu menghampiriku untuk memulai aktifitas
kembali setelah hampir dua bulan tak menjamah bangku kuliah.
senin, 03 Maret 2014
Rasa rindu pastinya membuat hati
sesak karena terlalu lama tak bertemu, tak berbagi cerita, bahkan jarang
memiliki waktu bersama seperti dulu. Mereka adalah warna yang kumiliki meskipun kita tak sewarna. Banyak hal yang kudapatkan di awal kuliah semester 6 ini, merasa
semakin dewasa setelah aku benar-benar bisa menjalani tugas yang teman-teman
berikan padaku (oh, Pimpro)
Aku memang harus belajar lagi
dengan orang yang lebih banyak makan garam kehidupan, beginilah hiruk pikuk
awal kuliah meski aku harus lari kesana kemari membawa sebuah surat untuk
mereka para pekerja seni dari satu kampus kekampus lain. Semua itu tak menghalangi langkah kakiku yang sempat terbata-bata oleh terjalnya jalan. itulah yang membuatku semakin percaya bahwa aku bisa menaklukan ini. Mengikuti mata kuliah di hari pertama masuk kuliah pasti belum efisien, masih saja mengambigukan waktu yang terbuang sia-sia. Tak boleh telat, tak boleh absen, tak boleh pindah tempat duduk, dan lain
sebagainya. itulah peraturan dari salah satu dosen yang membuatku harus meninggalkan rasa lapar, capek, dan setengah ngantuk.
Kupikir kelas ini adalah kelas
yang membosankan dengan pengajar yang sudah lanjut usia, tapi aku sangat salut
dengan beliau, kharismanya keluar serta wibawanya sebagai seorang kakek
sangatlah kental. Membawa perubahan untukku dari setiap ucapan yang keluar dari
beliau, katanya “ilmu yang bermanfaat itu adalah ketika kamu masih mengingat
semua nama guru-gurumu.” itulah awal di mana aku benar-benar mencari siapa saja
yang pernah mengajariku mesti satu huruf, aku hanya bisa mengirimkannya doa,
doa yang tulus dari hati bukan dari kepalsuan semata.
"you are my the best inspirator today"
by : Odilia p.
![]() |
| Rombeng "calon guru muda" |
![]() |
| TBI 6A pastinya cantik-cantik |


Komentar
Posting Komentar