Entahlah #Part1
Anggap saja ini ketidaktahuanku tentang keramaian di luar sana. Biarkan banyak orang menikmati senyawa pagi, sepenggal siang, sesenyap senja, dan setemaram malam. Biarkan mereka terhibur oleh semesta selagi udara masih ada untuk menyambung nyawa. Kini aku hadir hanya dalam sebuah ilusi abstrak, berperangai sulit untuk diterka orang. Berdiam diri di sini bukanlah inginku, aku masih sadar jika aku perlu bergerak dan bergeser dari sudut pikir paling beku dalam otakku.
Tiap kali menamati kertas yang
berserakan ini, penat seakan menggergaji waktuku. Ada rasa kekhawatiran tentang
apa yang kutulis dan untuk siapa kutulis. Memang masih ambigu karena akupun tak
tahu nantinya seperti apa jawaban Tuhan. Yang berserakan ini bukan sekedar
lembaran kosong tak berguna, di situ ada beberapa pengharapanku yang tak pernah
berubah dari rincian doaku. Senantiasa pengharapan doa kusenandungkan dan
kuistiqomahkan bersama semua kelemahanku melalui malam-malam panjang nan sepi.
Terima kasih sepertiga malamku, kau beri aku ruang untuk memunajatkan
hajatku...
By: Afdlila, 09th March 2015
Komentar
Posting Komentar