Melayangkan atau Dihujami



 
Tersadar bahwa tubuh terasa kikuk, ingin berdiam diri saja diruang ini. Dimana hari-hariku habis hanya untuk menyadurkan namanya ditiap doaku. Tapi itu hanya sebersit doa yang mungkin agak memaksa Tuhan. Sudahlah tutup rapat-rapat doa yang tak perlu diketahui orang, karena aku hanya ingin  menikmati kesendirianku bersama secangkir kopi siang ini.

Aromanya yang tak pernah pudarpun semakin menjalar ketiap-tiap tulang rusukku. Terasa sedikit menenangkan pikiran yang mulai runyam. Entah darimana akar kerunyaman itu muncul, setidaknya aku tak perlu memikirkan hal-hal yang tak perlu kupikirkan. Sejatinya aku adalah tipe orang yang sensitif, ada hal yang ingin kuceritakan karena sampai saat ini hanya Allah yang tahu rasaku. Tentang hati manusia yang sejatinya ia mudah terluka, kita tahu bahwa mulut manusia itu mengandung racun. Tinggal bagaimana ia memilah kata yang layak dan tak layak diucapkan, meskipun mungkin awalnya hanya gurauan belaka. 

Tak memungkiri bila kita juga pernah merasakan hal seperti itu, baik yang melayangkan kata atau yang dihujami kata. Sebagai manusia kita harus sadar jika kita hidup bersosialisasi, semisal kita tak cocok dengan pendapat orang lain atau tak nyaman bersama orang lain. Tetap hargailah dan jangan suka egois demi sifat keserakahan kita. Karena itu tanamkanlah sifat sabar dan ikhlas, karena Allah selalu bersama orang-orang yang seperti itu. Jangan mudah meneteskan air mata karena kita tak kuat mendengar gunjingan orang lain, disaat seperti itulah dosamu akan terkurangi dan doamu akan diijabahi.

By: Afdlila






 



Komentar

Postingan Populer