MEMBURU KEADILAN
Gemuruh lalu-lalang mengepulkan bising
Membanting peluh yang tak kunjung runtuh
Menampikkan luka yang terus menganga
Memburumu sama saja tak ada hasil
Lalu, bagaimana ini???
Keadilan masih kami pertanyakan
Belum berpihak pada lembayung lusuh
Sungguh ironis miniatur yang katanya modern ini
Lihatlah kaki-kaki kami
Telanjang dan hampir mati
Apa mereka tak pernah miris melihat keadaan ini?
Kami berjajar-jajar di kolong langit
Menggerombol nasib bersama hati yang kami jatuhkan
Menggendongnya kesana kemari tanpa kepastian waktu
Oh, Keadilan
Kau bak bulan yang kami nantikan
Datanglah kau seperti angin yang mendekap kami.
(Terima kasih ya Allah, lewat rangkaian kata sederhana ini aku bisa mengikuti lomba peksimida di STAIN Purwokerto)
Goresan : Afdlila
(Terima kasih ya Allah, lewat rangkaian kata sederhana ini aku bisa mengikuti lomba peksimida di STAIN Purwokerto)
Goresan : Afdlila
Komentar
Posting Komentar