KETIKA TUHAN MENCINTAIKU
Ketika Tuhan mencintaiku, kuhanya mampu memanjatkan doa disudut pojok ruangan ini. Terima kasih ya Allah karena air mataku masih bisa mengalir, dan hatiku masih bisa menyimpan suka duka. Ujian yang Engkau beri hampir saja membuatku layu seperti mawar yang tak merekah lagi. Tapi cintaMu membuatku sadar dan lebih kuat untuk menghadapinya, aku yakin bahwa ini hanyalah cintaMu yang Engkau titipkan. sejenak kutermenung, menatap indahnya langit, bintang nan kemerlap , bulan yang merona, serta keindahan lainnya. Tuhan mencintaiku dengan kehalusan namun pasti, keyakinan untuk tetap menerima cintaMu membawaku menuju ketawadhuan.Tawadhu' bersama kesabaran dan keikhlasan, itulah kunci utamaku saat ini dan seterusnya. Ya Illahi Rabbi, jagalah mataku, hatiku, jiwaku, batinku, dari segala kemadharatan dunia. CintaMu membuatku semakin jatuh dalam indahnya islam, memperbaiki diri semata hanya untukMu, dan tetapkan iman dijalanMu.
Ketika Tuhan benar-benar mencintaiku, aku sangat bersyukur. Rasanya sangat nikmat, seperti madu. Tak inginku lepas cintaNya. Kemurahan hatinya membuka mata batinku sungguh keajaiban yang luar biasa, tiap kali hati berdoa, air matapun menetes, semua itu karena teringat akan dosa dan kebodohanku yang lalu. ya Allah, izinkanlah aku mencintaiMu, dan sepintas terucap doa untuk orang-orang yang kusayang (kedua orang tuaku, adekku, saudara-saudaraku, yang mengisi hatiku)
Ketika Tuhan benar-benar mencintaiku, aku sangat bersyukur. Rasanya sangat nikmat, seperti madu. Tak inginku lepas cintaNya. Kemurahan hatinya membuka mata batinku sungguh keajaiban yang luar biasa, tiap kali hati berdoa, air matapun menetes, semua itu karena teringat akan dosa dan kebodohanku yang lalu. ya Allah, izinkanlah aku mencintaiMu, dan sepintas terucap doa untuk orang-orang yang kusayang (kedua orang tuaku, adekku, saudara-saudaraku, yang mengisi hatiku)
Komentar
Posting Komentar