2K16 ke 2K17
Hello 2K17...
Sekedar ingin menuangkan apa yang ingin dituangkan selama 2K16 kemaren. Sejatinya tiap pergantian tahun tak ada yang spesial bahkan terspesialkan. Cuma rasa syukurlah saya masih bisa bertemu tahun yang semakin membawa saya keusia yang dewasa. 2K16 kemaren tepatnya 28 Januari saya merasa bahagia sudah menuntaskan pendidikan sarjana dengan pengorbanan 4 tahun yang rasanya sangat nano-nano sekali. kemudian pasca kelulusan tak semudah yang saya bayangkan dulu, ternyata beban semakin bertambah dan susah untuk dipikul. Saya sempat jatuh berkali-kali dari gagal yang berkecamuk dalam hati. Ternyata rencana saya sebagai manusia tak sejalan dengan rencana-Nya. Tuhan memang sengaja membiarkan saya sakit agar saya tau bagaimana rasanya berjuang untuk sembuh, bagaimana saya harus mencari obat agar luka tak menganga terus, hingga saya mendapat obat paling ampuh yaitu kedua orang tua saya.
Semenjak kegagalan itu, saya merasa lebih kuat menjadi wanita. Saya belajar menjual air mata seperti hujan dimusim kemarau. Sebenarnya saya tak sekuat batu, saya adalah wanita melankolis. Tetapi saya benar-benar ditempa untuk menjadi baja. Sebab saya tak sendiri menjalani berbagai rasa dan warna kehidupan ini, saya sudah memilih teman hidup dari berbagai pilihan yang sudah saya cicipi (wajarlah anak muda), laki-laki yang sudah menemani saya cukup lama ini adalah tipe yang sangat handal dalam mendewasakan pemikiran saya. Dan ada satu hal yang membuat saya selalu takut adalah saat saya tak bisa menahan air mata. Disaat seperti itu saya yakin akan kena hukuman bertubi-tubi. Cukuplah 2K16, harapan di 2K17 semoga Tuhan menaikkan level saya dalam berbagai aspek. Amin....
Sekedar ingin menuangkan apa yang ingin dituangkan selama 2K16 kemaren. Sejatinya tiap pergantian tahun tak ada yang spesial bahkan terspesialkan. Cuma rasa syukurlah saya masih bisa bertemu tahun yang semakin membawa saya keusia yang dewasa. 2K16 kemaren tepatnya 28 Januari saya merasa bahagia sudah menuntaskan pendidikan sarjana dengan pengorbanan 4 tahun yang rasanya sangat nano-nano sekali. kemudian pasca kelulusan tak semudah yang saya bayangkan dulu, ternyata beban semakin bertambah dan susah untuk dipikul. Saya sempat jatuh berkali-kali dari gagal yang berkecamuk dalam hati. Ternyata rencana saya sebagai manusia tak sejalan dengan rencana-Nya. Tuhan memang sengaja membiarkan saya sakit agar saya tau bagaimana rasanya berjuang untuk sembuh, bagaimana saya harus mencari obat agar luka tak menganga terus, hingga saya mendapat obat paling ampuh yaitu kedua orang tua saya.
Semenjak kegagalan itu, saya merasa lebih kuat menjadi wanita. Saya belajar menjual air mata seperti hujan dimusim kemarau. Sebenarnya saya tak sekuat batu, saya adalah wanita melankolis. Tetapi saya benar-benar ditempa untuk menjadi baja. Sebab saya tak sendiri menjalani berbagai rasa dan warna kehidupan ini, saya sudah memilih teman hidup dari berbagai pilihan yang sudah saya cicipi (wajarlah anak muda), laki-laki yang sudah menemani saya cukup lama ini adalah tipe yang sangat handal dalam mendewasakan pemikiran saya. Dan ada satu hal yang membuat saya selalu takut adalah saat saya tak bisa menahan air mata. Disaat seperti itu saya yakin akan kena hukuman bertubi-tubi. Cukuplah 2K16, harapan di 2K17 semoga Tuhan menaikkan level saya dalam berbagai aspek. Amin....
artikelnya dan informasinya sangat menarik salam dari kami anak Air Gunung Salak
BalasHapusThanks a lot, salam kenal jg kak.
BalasHapus