Aku tak perlu cemas bahkan mengkhawatirkanmu
Aku tak perlu membuat rencana yang bertele-tele atau membuang waktu
Aku cukupkan untuk mendengarkan mantra-mantramu
Aku melihatmu berjalan lebih cepat dari pikiranku
Akupun tak pernah menyangka untuk menempatkanmu dalam sebuah relung bernama kalbu
Aku hanyalah wanita biasa yang tak pernah terpikir untuk melengkapi hidupmu
Waktu...
Mengajakku untuk memahamimu
Mengajariku cara mendewasa lebih dulu
Melatih sabarku untuk tak bertemu dalam kurun tertentu
Aku tetap bertahan hingga musim menua
Hingga dedaunan runtuh tak menyemu
Aku tau kau tak pernah mengajariku egois beradu
Hingga aku semakin tahu bahwa lelahmu selalu menyematkan rindu yang kian bertumpu
Tolong, jadikan kesendirianmu untuk menjadi lelaki terbaikku.

Semarang, 14 Agustus 2016

Komentar

Postingan Populer