KOMITMEN RASA
Betapa hebatnya seorang wanita jika ia mampu memegang komitmen rasa bersama seseorang yang akan mendampinginya. Karena tak semua perjalanan itu semulus jalan tol, ada saatnya jalan itu berlubang karena terlalu banyak kendaraan yang lalu lalang. Ketika sebuah komitmen rasa sudah menjadi prinsip, jangan pernah sekali-sekali mengorbankannya hanya demi sebuah toleransi. Toleransi karena kita rindu pada masa lalu atau ingin kembali bersama seseorang yang jelas sudah melukai kita. Ingatlah ketika kita sakit olehnya, ingatlah ketika kamu menangis dan hanya bisa diam atau mengurung diri dari keramaian.
Maafkan aku, aku hanya ingin menjaga komitmen rasa kita. Komitmen untuk saling berbagi kala suka duka, saling terbuka kala cerita menjadi media, saling menutup kala manusia tak ada yang sempurna. Aku tak ingin kembali ke masa lalu, seindah apapun itu ia tetap masa lalu yang pernah membuatku jatuh dan akhirnya aku bisa pulih karena ditengah perjalanan aku telah menemukan sosok yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Meskipun memang masih banyak laki-laki baik diluar sana, tapi yang baik itu belum tentu bisa membuka hati. Karena suka tak bisa dipaksa, begitu pula benci. Kita hanya perlu menghargai dan menghormati.
Afdlila,
Semarang, 25/08/2015
Komentar
Posting Komentar