Nama
adalah doa, sebuah harapan yang nantinya akan membawa kebaikan untuk diri
sendiri maupun orang disekitarnya. Seperti malam ini, ditemani sepucuk surat
dari seseorang yang paling berjasa dalam hidupku.
Teruntuk
anakku sayang
Milatul
Afdlila ...
Bagaimana
kabarnya disana dek? Ibu sangat merindukanmu. Ibu hanya bisa mendoakan setiap
langkah yang kau titi demi satu tujuan hidup yang lebih baik bahkan ibu selalu
berdoa agar kelak jalanmu dapat sempurna seperti nama yang kami berikan
untukmu.”Sebuah jalan kehidupan” itulah makna nama sederhanamu. Ibu memang tak
sesempurna yang kau harapkan, tapi ibu merasa sangat sempurna jika anak ibu
bisa tersenyum indah.
Dek
masih ingat? Ketika dulu kita harus berjuang melawan kejamnya arus sebuah
kehidupan? Kita hanya berdua di sebuah rumah sederhana menanti sesosok
laki-laki hebat yang sedang bekerja keras di seberang sana. Dulu dek memang masih kecil, tapi ibu sangat
yakin jika dek masih ingat saat-saat seperti itu. Saat dimana Tuhan sedang
menguji kesabaran dan keikhlasan kita untuk tak saling berjumpa. Waktu memang
terus bergulir namun sebuah kerinduan itu masih saja menukik hati kita. Rasa
seperti itu akan sedikit lepas ketika pak pos mengetuk rumah pintu kita,
rasanya ada secercah harapan yang dibawa olehnya. Iya, itu adalah sebuah surat
rindu dari laki-laki hebat.
Kini,
kita tak perlu lagi membalas dan menunggu pak pos mengetuk pintu rumah. Karena perjalanan
hidup adalah sebuah memoar abadi dari masa ke masa,tentunya kita harus selalu
bersyukur dalam setiap keadaan. Karena cinta itu bukanlah tentang materi tapi
kebersamaan yang haqiqi.
Pesan
ibu untuk dek,”tetaplah hidup dalam air yang tenang”. Kami selalu menyematkan
namamu di setiap sujud yang kami bangun. Doakan Ibu dan Bapak agar selalu
diberi kesehatan selalu, Amien...
Tertanda,
Ibu
Begitulah
cara Tuhan merekatkan cinta antara Aku, Ibu, dan Bapak. Pergi bukan untuk berlari
tetapi untuk berdiri melakukan gerakan yang pasti.
Komentar
Posting Komentar