Untuk cinta yang masih ada
Aku tak pernah bisa menjadi siapa dirimu
karena aku bukanlah Tuhan yang bisa berubah setiap waktu
Terkadang aku merintih
Menahan perih dari sekian lara yang cukup mengoyak batin
Aku mencintai bukan untuk menyakiti ataupun menghianati
Aku mencintai untuk belajar memahami bukan sekedar memiliki
Seandainya saja Tuhan tak membelokkan jalan kita
Mungkin aku dan dirimu masih menikmati nyiur ombak senja ini
Sudahlah kenangan...
Tak perlu kau usik lagi hati yang sepi
langkah kaki yang kikuk
serta harapan yang karam
Sekarang aku hanya ingin merapikan semua itu
Mengabadikannya dalam rangkaian kata
Agar nantinya dirimu bisa melihat sebuah nama sederhana
Itu namamu, yang kucantumkan diatas namaku.
Aku tak pernah bisa menjadi siapa dirimu
karena aku bukanlah Tuhan yang bisa berubah setiap waktu
Terkadang aku merintih
Menahan perih dari sekian lara yang cukup mengoyak batin
Aku mencintai bukan untuk menyakiti ataupun menghianati
Aku mencintai untuk belajar memahami bukan sekedar memiliki
Seandainya saja Tuhan tak membelokkan jalan kita
Mungkin aku dan dirimu masih menikmati nyiur ombak senja ini
Sudahlah kenangan...
Tak perlu kau usik lagi hati yang sepi
langkah kaki yang kikuk
serta harapan yang karam
Sekarang aku hanya ingin merapikan semua itu
Mengabadikannya dalam rangkaian kata
Agar nantinya dirimu bisa melihat sebuah nama sederhana
Itu namamu, yang kucantumkan diatas namaku.
Komentar
Posting Komentar