Ramadhan Terberat
Mentari diluar semakin meninggi,
tepat ditengah hari yang sangat sepi. Alhamdulillah Engkau masih memberiku
kekuatan sampai Ramadhan ini ya Rabb, Ramadhan indah bagi setiap jiwa-jiwa yang
mensyukurinya. Tiap Ramadhan datang aku mencoba mengisinya dengan membaca kitab-Mu,
helai demi helai lembar kusapu hingga aku bisa merasakan sejuknya hati. Dengan
begitulah aku merasa lebih dekat dengan-Mu ya Rabb. Aku mencoba menjadi pribadi
yang lebih baik, bukan kesempurnaan yang kuharapkan tetapi kekuranganku, dari situlah
aku bisa bercermin bahwa sejatinya tak ada manusia yang sempurna kecuali Dia
Sang Pencipta alam seisinya.
Ramadhan penuh berkah, dimana
Engkau buka pintu taubat-Mu, maaf-Mu, dan pahala-Mu. Ya Rabb, aku ingin
Ramadhan ini bukan menjadi yang terakhirku, aku masih ingin berjumpa lagi
dengan Ramadhan tahun depan. Mungkin Ramadhan ini aku masih melakukan hal yang
tak kau segani, Maafkan aku ya Rabb...
Terkadang pintu yang sudah
kututup rapat-rapat bisa terbuka dengan mudahnya oleh rayuan angin, disitulah
letak kesulitan yang harus aku bentengi ya Rabb. Aku tak ingin angin itu
mengusik imanku, merobohkannya begitu saja demi menyapa ruang hampa. Engkau
memang menganugerahkan rasa padaku, tak salah jika Engkau juga mengujiku lewat
hitam putihnya jalan tak berpenghuni.
Kuharap untuk saat ini dan
seterusnya, Ramadhan mampu menuntunku mengubah hitamnya tinta dalam diriku.
Maafkan aku ya Rabb, maaf diatas maaf yang entah aku tak dapat lagi
menghitungnya,
Komentar
Posting Komentar