Tak Sempurnanya Kita (Jati Diri)




Tak ada yang abadi kecuali Dia yang Maha Kekal. Kita hanya manusia yang tak sesempurna Tuhan, kita diciptakan oleh-Nya dengan sederhana. Dia ingin kita menjadi makhluk sempurna buat diri kita sendiri. Mengapa demikian? Karena Tuhan tau bahwa kita adalah makhluk yang sering melupakan masa-masa sulit dan menerbangkan masa-masa indah tanpa mengenal batas.

Terkadang kita sebagai manusia lelah mencari siapa sejatinya kita, begitulah gejolak hidup seseorang ketika mereka sedang menapaki masa pergantian. Pada masa seperti itu banyak kesulitan dan kebingungan yang harus dihadapi. Tak perlu khawatir karena kita tidak sendiri, ingatlah bahwa kita punya sahabat terbaik yaitu diri kita sendiri.

Mungkin selama ini kita belum menyadari akan pentingnya mengenal diri sendiri. Ada banyak hal yang harus kita lakukan agar kita lebih dekat dan mengenal diri kita sendiri. pertama yang harus kita lakukan adalah introspeksi diri. Sejauh mana kita mampu mengenal baik buruknya diri kita, sekali lagi saya katakan bahwa tak ada yang sempurna kecuali Tuhan. Mengintrospeksi diri adalah langkah awal kita untuk  bercermin dari apa yang pernah kita lakukan. Tak perlu malu untuk menengok catatan dalam diri kita, jadikan catatan itu sebagai tombak diri kita untuk menjadi yang terbaik dari sebelumnya.

Kedua, kita harus menghargai diri kita sendiri. kita adalah makhluk paling mulia di sisi-Nya. Kita diberi mata untuk melihat, mulut untuk berbicara, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, kaki untuk berjalan, tangan untuk melakukan sesuatu, dan yang paling urgen adalah otak untuk berpikir. Begitulah Tuhan menyempurnakan hidup kita. Hargailah semua pemberian-Nya dengan cara menggunakannya sesuai fungsi masing-masing.

Ketiga, bersyukur. Nikmat Tuhan yang tak akan pernah habis adalah bersyukur. Tetaplah bersyukur dalam keadaan selemah dan sesulit apapun. Tuhan pasti menolong makhluknya selagi ia mau bersabar dan ikhlas menunggu pertolongan-Nya. Syukur bisa kita lakukan dengan mendekat padanya, banyak-banyaklah berdzikirlah dengan menyebut asma-Nya kapanpun dan dimanapun. Kerasnya hidup itu tak seperti  kerasnya batu, karena batu saja bisa ditembus oleh tetes air yang lembut. Jadi, tetap teguhkan iman untuk selalu bersyukur.

Bagi saya ketiga unsur di atas sangatlah membantu kita yang sedang lunglai menapaki hidup. Padahal, hidup kita tak akan berhenti di sini. Masih ada dunia luas yang belum kita ketahui. Tetaplah tersenyum untuk menjalani hidup ini. Allah akan menolong kita, J


 By: Afdlila ||18.06.'14||

Komentar

Postingan Populer